Silih Asih - Silih Asah - Silih Asuh - Siliwangi


 

Rabu, 10 November 2021

DARI MASA KEMASA

                                    

Organisasi Pejuang Siliwangi Indonesia 1922 merupakan organisasi kejuangan yang didirikan pada hari minggu tanggal 02 Juli 1922 oleh AMA RADEN PURADIREDJA sebelum Kebangkitan Nasional, organisasi ini pada mulanya merupakan suatu perkumpulan PANCAKAKI SILATURAHMI (PS) sebagai Forum Dialog dan Diskusi dalam rangka merintis Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia bersama para tokoh Ulama Sufi dari Jawa barat yang diantaranya K.H. Nawawi Al-Bantani (Alm), K.H. Ajengan Achmad Sanusi, Gunung Puyuh Sukabumi (Alm) dan K.H. Tajul Arifin, Tasikmalaya (Alm) yang kukuhkan pada saat itu di daerah Sagalaherang, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.

Organisasi ini bersifat sukarela, sosial kemasyarakatan, mandiri dan demokratis untuk mewujudkan kesejahteraan anggota dan pencapaian tujuan organisasi serta berpartisipasi dengan masyarakat untuk menjaga norma, moral, etika dan budaya dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sejak berdirinya organisasi ini telah menunjukkan dharma bhaktinya dalam segala zaman (zaman penjajahan Hindia Belanda, zaman penjajahan Dai Nippon Jepang, zaman Kemerdekaan Republik Indonesia) dan turut aktif dalam setiap tingkat perjuangan bangsa menuju kearah kemerdekaan yang kekal dan abadi serta masyarakat yang adl, makmur dan sejahtera.

Organisasi Pejuang Siliwangi telah memberikan jasa dengan dharma baktinya kepada Nusa dan Bangsa melalui pergerakan mencapai cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia.

Organisasi ini di jaman penjajahan Belanda bergerak secara sembunyi-sembunyi dari satu kampung yang satu ke kampung yang lain dan kemudian pada jaman penjajahan Jepang sejak tahun 1942 bergabung kedalam gerakan PENCAK SILAT. Sebelum Proklamasi Kemerdekaan anggota-anggota organisasi ini telah mendapat pelatihan militer oleh Tentara Heiho Jepang dan banyak yang turut serta dalam PELOPOR Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada hari jum’at tanggal 17 Agustus 1945 jam 10.00 di Jalan Pegangsaan Timur No.56 Jakarta dibacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, setelah selesai pengucapan proklamasi kemerdekaan, organisasi ini dibawah komando (terakhir) Brigader Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan SADIKIN MUHAMAD NASRUDIN dan Brigader Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan RADEN DARSONO dan AMA RADEN PURADIREDJA, membawahi organisasi PS terus menerus berjuang mendampingi Tentara Resmi bekas HEIHO JEPANG, yang tergabung kedalam Tentara Republik Indonesia (TRI)/Tentara Nasional Republik Indonesia (TNRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan berjuang disemua front dalam perjuangan total, yakni dalam bidang Tempur, mengkoordinasikan tentara dengan rakyat, kurir, supply, intelligence, penyerbuan pertempuran melawan sekutu Belanda di pasar Kranji Bekasi menggunakan Golok dan Bambu runcing tangal 1 Desember 1945, perang di Tasikmalaya agresi Belanda ke I dan II Tahun 1947 dan 1948, menumpas PKI Muso Alimun Madiun Tahun 1948 dan lain-lain sebagainya, sedangkan kemudian dengan tidak terlepas dari pimpinan kedua tokoh tentara resmi tersebut yaitu Brigjen (Purn) SADIKIN MUHAMAD NASRUDIN dan Brigjen (Purn) RADEN DARSONO, turut serta pula secara aktif dalam rangka pemulihan keamanan, termasuk pengembalian Irian Barat kedalam pangkuan Ibu Pertiwi serta mengkonsolidasikan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah menerima anugerah kehormatan dari Presiden Pertama Republik Indonesia Ir. SOEKARNO berupa BINTANG GERILYA tanggal 10 Nopember 1949, organisasi ini diperintahkan agar merubah paradidmanya dari berjuang mengangkat senjata menjati organisasi yang berjuang membantu pemerintah dan masyarakat dalam  mengisi di alam kemerdekaan yang saat itu organisasi ini tercatat sebanyak kurang lebih 500.000 orang anggota yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di Jawa Barat.

Masih dalam rangka pengisian pembangunan organisasi PS pada saat setelah meletusnya G.30.S./PKI tahun 1965, disekitar tahun 1967 organisasi ini mengerahkan anggotanya membuka hutan negara bebas di Kabupaten Karawang daerah blok Tanjung Pakis, Batujaya seluas 500 Ha sebanyak kurang lebih 1.326 orang secara bergantian.

Organisasi ini pertama kali mengadakan Musyawarah Besar pada tanggal 7 Juni 1967 sampai dengan tanggal 10 Juni 1967 di Batureok, Lembang Bandung, mengukuhkan AMA RADEN PURADIREDJA menjadi Ketua Umum Pertama, dikukuhkan dengan Akta Perubahan Anggaran Dasar Organisasi “ PENTJAK SILAT/PARTISAN SILIWANGI “ atau disingkat P.S. Nomor dua dibuat dihadapan Notaris KOSWARA  di Bandung hari selasa tanggal 3 Oktober 1967.

Organisasi PS pada tanggal 3D Desember 1969 warga masyarakat PS telah kehilangan sosok Pemimpinnya Ketua Umum Pertama yaitu AMA RADEN PURADIREDJA bin AMA RADEN ADIMIARSA berpulang kerahmatullah di kediamannya Desa Sagalaherang, Subang, Jawa Barat.

Pada tanggal 8 Mei 1971 Brigader Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan Bapak RADEN DARSONO Ketua Umum kedua Pusat organisasi Pentjak Silat/Partisan Siliwanngi atau disingkat PS, wafat di Batureaog, Lembang, Bandung. 

Untuk mengisi kekosongan Ketua Umum Pusat atas prakarsa Penasihat Umum Pusat Bapak Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan RADEN DIDI KARTASASMITA, diselenggarakan Musyawarah Besar kedua di desa Sagalaherang, Subang, Jawa Barat, tanggal 01 September 1971, secara aklamasi mengangkat Brigader Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan SADIKIN MUHAMAD NASRUDIN, dengan jabatan Ketua Umum ketiga Pusat organisasi Pentjak Silat/Partisan Siliwanngi atau disingkat PS.

Pada tahun 1986 Brigader Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan Bapak SADIKIN MUHAMAD NASRUDIN Ketua Umum ketiga Pusat wafat di Jakarta, dimakamkan di Hanjuang Sukabumi, Jawa Barat.Untuk mengisi kekosongan Ketua Umum Pusat ketiga atas prakarsa ABU HUSIN MALHIR dan KOMARA WIDYA atas restu dari Bapak Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan RADEN DIDI KARTASASMITA selaku Penasihat Umum dan Pelindung Pusat Bapak Jenderal Tentara Nasional Indonesia Doctor ABDUL HARIS NASUTION, pada tahun 1987 diselenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUNASLUB) ditempat kediaman Bapak Kolonel Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan KURNIA di Kota Subang, Jawa Barat, dan menetapkan secara aklamasi Bapak Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan Doctorandus Haji SATIBI DARWIS menjadi Ketua Umum keempat Dewan Pimpinan Pusat Partisan Siliwangi atau disingkat PS.

Seiring berjalannya waktu pada tahun 1990 Bapak Mayor Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan Doctorandus Haji SATIBI DARWIS Ketua Umum keempat Dewan Pimpinan Pusat Partisan Siliwangi atau disingkat PS mengundurkan diri, maka saat itu kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partisan Siliwangi atau disingkat PS bermusyawarah pada tahun 1990 dan mengangkat Bapak Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan RADEN WIDODO menjadi Ketua Umum kelima Dewan Pimpinan Pusat Partisan Siliwangi atau disingkat PS.

Pada tahun seribu sembilan ratus sembilan puluh tiga (1993) Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan Bapak RADEN WIDODO Ketua Umum kelima Dewan Pimpinan Pusat Partisan Siliwanngi Indonesia atau disingkat PS, wafat di Jakarta dan dengan gerak cepat kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partisan Siliwangi Indonesia atau disingkat PS mengadakan Musyawarah Penggantian Antar Waktu pada tahun 1994 dengan mengangkat Bapak Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan Haji RADEN WIYOGO ADMODARMINTO menjadi Ketua Umum keenam Dewan Pimpinan Pusat Partisan Siliwangi Indonesia atau disingkat PS.

Dalam masa jabatan Ketua Umum keenam Dewan Pimpinan Pusat Partisan Siliwangi Indonesia atau disingkat PS, Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan Haji RADEN WIYOGO ADMODARMINTO diadakan perubahan nama organisasi dari PARTISAN SILIWANGI INDONESIA atau disingkat PS dirubah menjadi PEJUANG SILIWANGI INDONESIA atau disingkat PS pada tanggal 14 Agustus 1996 dan pada tanggal 30 Agustus 1996 sampai dengan tanggal 31 Agustus 1996 diselenggarakan Musyawarah Nasional Partisan Siliwangi Indonesia atau disingkat PS yang ketiga bertempat di Cibubur Jakarta Timur, secara aklamasi mengangkat kembali Bapak Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan Haji RADEN WIYOGO ADMODARMINTO, menjadi Ketua Umum ketujuh Dewan Pimpinan Pusat PEJUANG SILIWANGI INDONESIA masa bhakti Tahun 1997 – 2001, didaftarkan keberadaannya ke Departemen Dalam negeri RI, yang kemudian jabatan Ketua Umum ketujuh diperpanjang sampai dengan tahun 2004.

Pada tanggal 6-7 Mei 2009 diselenggarakan Musyawarah Nasional Pejuang Siliwangi Indonesia yang keempat bertempat di Bandar Lampung, secara aklamasi mengangkat Bapak Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan KIKI SYAHNAKRI, menjadi Ketua Umum Kedelapan Dewan Pimpinan Pusat PEJUANG SILIWANGI INDONESIA masa bhakti Tahun 2004 – 2009.

Pada tanggal 22-23 Mei 2009  diselenggarakan Musyawarah Nasional Pejuang  Siliwangi Indonesia yang kelima bertempat di Pondok Gede Jakarta Timur, secara aklamasi mengangkat Bapak Letnan Jenderal Tentara Nasional Indonesia Purnawirawan DJADJA SUPARMAN,MM, menjadi Ketua Umum Kesembilan Dewan Pimpinan Pusat PEJUANG SILIWANGI INDONESIA atau disingkat PS masa bhakti Tahun 2009 – 2014.

Pada tanggal 13, 14, 15 Oktober 2015 diselenggarakan Musyawarah Nasional Pejuang Siliwangi Indonesia yang keenam bertempat di Karawang, dan terpilih Bapak  H.DADAY HUDAYAH,SH,MH, menjadi Ketua Umum Kesepuluh Dewan Pimpinan Pusat PEJUANG SILIWANGI INDONESIA masa bhakti Tahun 2015 – 2020.

Pada semester kedua di 2017 terjadi gerakan melawan konstitusi organisasi dari sekelompok yang menginginkan pengambil alihan secara paksa terhadap HASIL MUSYAWARAH NASIONAL IV, maka DPP Pejuang Siliwangi Indonesia segera megelar Rapimpus dan menerbitkan Surat Keputusan No. 002/DPP-PSI/X/01/A.1/XI/2017 tentang PEMBEKUAN KETUA DPD Pejuang Siliwangi Indonesia Provinsi Jawa barat  tertanggal 14 Nopember 2017 (a/n. H. NASEP RACHMAT) dan Pengangkatan Caretaker DPD Pejuang Siliwangi Indonesia 1922 Provinsi Jawa barat tertanggal 14 Nopember 2017 dan No. 001-A/CT/DPD/PSI-JBR?XI/17 kepada Kolonel (Purn) Setiadi dan Drs. Chepy Faridi Hikmat. Supaya tidak terjadi bola liar dilapangan maka DPP Pejuang Siliwangi Indonesia diwaktu yang sama mengeluarkan SURAT PERINTAH KHUSUS kepada Drs. Chepy Faridi Hikmat (Sekretaris DPD Pejuang Siliwangi Indonesia Prov. Jawa barat) untuk menyelesaikan seluruh dokumen organisasi Pejuang Siliwangi Indonesia, maka 1 minggu setelah Rapimpus langsung bergerak ke notaris yang  membuat Akta Pendirian Pertama PS dan disanalah seluruh arsip penting PS masih utuh di Notaris Gina Riswara Koswara, SH., dan langsung ditambahkankan notaris menambahkan tahun pendiriannya supaya melekat dan menjaga marwah berdirinya organisasi ini maka menjadi Pejuang Siliwangi Indonesia 1922 atau disingkat (PSI-1922) No. 01 pada tanggal 05 September 2018 dan pada saat itu pula segera di daftar ulang kembali ke Kementrian Hukum dan Ham RI, karena pemberkasan yang begitu lengkap, akurat yang sesuai dengan Salinan Akta No. 3 Tanggal 02 Juli 1967 yang dibuat oleh Koswara, SH, Salinan Akta No. 2 Tanggal 03 Oktober 1967 dan Salinan Akta No. 01 Tanggal 05 September 2018 yang dibuat oleh Gina Riswara Koswara, SH,  maka pada tanggal 7 September 2018 langsung terbit Keputusan Menteri Hukum dan Ham RI Nomor AHU – 0011004.AH.01.07.Tahun 2018.

Sejak saat itu sampai sekarang organisasi Pejuang Siliwangi Indonesia 1922 (PSI-1922) lebih melekat sebagai Mitra Pemerintah dan sebagai Sahabat Masyarakat, karena PSI-1922 selalu mengikuti perkembangan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara yang berwawasan nasional secaraterus menerus menjaga kedaulatan NKRI melalui program Catur Eka Marga dan didukung dengan prioritas program konsolidasi internal karena organisasi ini lahir di era perjuangan sehingga wajar bila kegiatannya hingga saat ini tidak terlepas dari nilai-nilai perjuangan yang senantiasa dapat bermanfaat bagi masyarakat.

Bersama masyarakat, stecholder dan insan-insan yang peduli dalam menjaga keutuhan dan  kedaulan NKRI,kita sebagai anak bangsa dibawah panji Pejuang Siliwangi Indonesia 1922 terus menggalang persatuan dan kesatuan untuk menjaga Ibu Pertiwi dan menciptakan gelora semangat juang dengan pratriotisme yang tinggi. Satu untuk semua, dan semua untuk Siliwangi 1922.

TOKOH KETUA UMUM PEJUANG SILIWANGI INDONESIA 1922 DARI MASA KE MASA :

1. RD. AMA POERADIREDJA

2. BRIGJEN TNI (PURN) DARSONO

3. BRIGJEN TNI (PURN) H. M. SADIKIN

4. BRIGJEN TNI (PURN) SATIBI DARWIS

5. JENDERAL WIDODO AS

6. LETJEND TNI (PUR) H.R. WIYOGO ATMODARMINTO

7. LETJEND TNI (PUR) H.R. WIYOGO ATMODARMINTO

8. LETJEND TNI (PUR) KIKI SYAHNARKI

9. LETJEND TNI (PUR) DJADJA SUPARMAN

10. H. DADAY HUDAYA, SH.,MH


Share:

0 comentários:

Posting Komentar

Contact Form

WhathApp : 0812 8244 5351 chepyfarand@gmail.com pejuangsiliwang1922@gmail.com